Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) Cabang Pohuwato mengambil langkah signifikan untuk memperkuat landasan bukti ilmiah dalam sistem peradilan pidana dengan membekali aparat penegak hukum setempat dengan ilmu DNA Typing atau pengujian DNA forensik. Pelatihan ini ditujukan untuk penyidik kepolisian, jaksa, dan personel Unit Identifikasi. Inisiatif ini didorong oleh kenyataan bahwa sidik jari DNA adalah bukti yang paling akurat dan kuat dalam kasus-kasus serius seperti pembunuhan, kekerasan seksual, dan identifikasi korban bencana, sehingga penguasaan metodenya menjadi kebutuhan mendesak di tingkat kabupaten.
Program pelatihan yang diselenggarakan oleh AAFI Pohuwato berfokus pada tahapan kritis dalam penanganan bukti DNA. Peserta dilatih secara intensif mengenai pengumpulan sampel DNA yang tepat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), memastikan sampel biologis—seperti darah, air mani, rambut, atau air liur—tidak terkontaminasi atau rusak. Selain itu, diajarkan pula pentingnya protokol Chain of Custody yang ketat sejak sampel diambil hingga dikirim ke laboratorium rujukan. Pemahaman dasar tentang bagaimana proses analisis DNA menghasilkan profil genetik unik seseorang juga menjadi bagian integral dari materi yang disampaikan.
Anggota AAFI Pohuwato menjelaskan bahwa penguasaan ilmu DNA Typing ini memungkinkan aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan dengan tingkat akurasi yang mendekati 100%. Bukti DNA tidak hanya mengidentifikasi pelaku, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membebaskan individu yang tidak bersalah. Pelatihan ini juga mencakup pemahaman tentang bagaimana menginterpretasikan hasil laporan DNA dari laboratorium, sehingga penyidik dan jaksa dapat menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan tuntutan hukum yang didukung oleh keterangan ahli forensik yang solid.
Melalui pembekalan DNA Typing ini, AAFI Pohuwato berkomitmen untuk mewujudkan Scientific Crime Investigation (SCI) di tingkat kabupaten. Peningkatan kompetensi ini memastikan bahwa setiap kasus kriminal di Pohuwato diselidiki dengan standar ilmiah tertinggi, menghasilkan bukti yang tak terbantahkan di pengadilan. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat integritas proses hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap keadilan yang ditegakkan berdasarkan kebenaran ilmiah.