Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) Cabang Pohuwato, yang berada di wilayah pesisir dengan sumber daya laut melimpah, mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan kemampuan forensik kelautan (marine forensics). Inisiatif ini didorong oleh tingginya kasus ilegal fishing dan eksploitasi sumber daya laut yang merusak ekosistem. Tujuan utama pelatihan ini adalah membekali aparat penegak hukum perairan dan penyidik kelautan dengan keterampilan ilmiah yang diperlukan untuk mengumpulkan bukti biologis dan fisik dari laut, yang sangat krusial dalam menindak kapal asing maupun domestik yang melakukan pelanggaran hukum di perairan Pohuwato.
Program pelatihan yang diselenggarakan oleh AAFI Pohuwato berfokus pada teknik-teknik khusus dalam penanganan barang bukti yang ditemukan di atau di bawah air. Peserta dilatih cara mengambil sampel ikan atau biota laut yang dilindungi untuk uji DNA, mengidentifikasi jenis dan asal usul kapal dari serpihan cat atau material lambung, serta cara mendokumentasikan dan mengamankan alat tangkap ilegal (seperti bom ikan atau pukat harimau) yang seringkali harus dievakuasi dari dalam air. Penekanan diberikan pada bagaimana menjaga integritas bukti dari efek korosif air laut dan memastikan sampel tetap valid hingga dianalisis di laboratorium.
Pemanfaatan ilmu forensik kelautan ini bertujuan untuk memperkuat tuntutan hukum terhadap pelaku ilegal fishing. Bukti yang dihasilkan, seperti hasil uji DNA ikan yang membuktikan penangkapan spesies yang dilarang, atau analisis bahan peledak dari sisa bom ikan, memberikan bobot ilmiah yang kuat di pengadilan. Analisis ini jauh lebih meyakinkan daripada sekadar pengakuan atau kesaksian. AAFI Pohuwato berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap upaya kejahatan yang merusak ekosistem laut dapat ditanggapi dengan investigasi ilmiah yang akurat, membantu pemerintah daerah dalam melindungi aset perairan mereka.
Melalui inisiatif ini, AAFI Pohuwato tidak hanya mendukung penegakan hukum perikanan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan maritim secara keseluruhan. Peningkatan kemampuan forensik kelautan ini diharapkan dapat memberikan efek jera yang signifikan kepada pelaku ilegal fishing, menjadikan Pohuwato sebagai kawasan percontohan dalam penggunaan ilmu forensik untuk melindungi dan mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.